| PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN |
| Ilmu social dasar (ISD) |
| |
| Bahwasannya manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan dalam arti yang utuh. Karena ketiga unsure inilah kehidupan mahluk social berlangsung dan kebudayaan itu tidak dapat di lepaskan dengan individu dan masyarakat. |
| |
| Widya nur fadilah |
| 1/27/2011 |
| |
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
I. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN MIGRASI
A. Penduduk dunia dan masalahnya
Pada awal zaman modern sampai kira- kira tahun 1650, penduduk dunia telah mencapai 500 juta jiwa jumlahnya. Hal itu dimungkinkan dengan oleh kemajuaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Termaksud salah satunya ilmu kedokteran juga berkembang.
Berkat kemajuan ilmu kedokteran, pemeliharaan kesehatan penduduk termasuk usaha- usaha imunisasi menjadi lebih terjamin. Oleh karena itu tingkat kematian bayi- bayi menjadi rendah, sampai ia tumbuh subur dan akhirnya berkeluarga dan mempunyai anak dan cucu.
Akan tetapi tidak semua Negara didunia mengalami pertumbuhan penduduk yang demikian pesat dibandingkan dengan jumlah penduduk dewasa. Dengan begitu Negara ini mempunyai masalah penduduk bukan pertumbuhannya. Kemungkinan menambah penduduk berusia muda sebagai generasi penerus bagi Negara-negara Eropa Barat khususnya, secara legal dilakukan melalui adopsi anak/ bayi.
Peluang untuk mengadopsi anak- anak/ bayi Asia disalahgunakan oleh sindikat- sindikat gelap, laksana zaman perbudakan, anak- anak/ bayi itu diperjualbelikan.
B. Pendidikan dan kesehatan di Negara- Negara berkembang
1) Pendidikan
Penduduk pedesaan, terutama anak- anak usia sekolah di Negara- Negara berkembang di Afrika, Asia dan Amerika Latin sebagian besar tidak memperoleh kesempatan menempuh jenjang pendidikan di sekolah, akibat dari kondisi kemiskinannya.
Di samping unsur tekanan ekonomi, penduduk pedesaan miskin paling sering kekurangan bangunan sekolah dan guru yang memenuhi syarat. Bahkan yang lebih tragis, desa itu tidak memiliki sekolah dasar.
Studi di Abijan ibukota republic pantai gading (Afrika Barat) anak- anak sekolah bergantung pada fungsi pekerjaan ayah seorang anak. Semakin tinggi status/ jabatan semakin tinggi pula jumlah anak- anak yang masuk sekolah.
2) Kesehatan
Penduduk usia muda pada Negara- Negara berkembang, amat sering kedapatan menderita kurang vitamin A, kasus- kasus penderita kekurangan vitamin A yang menonjol. Penderita kebutaan dan anemia pada tipe dan tingkat tertentu.
Penyakit- penyakit menular seperti tuberculosis, banyak menyerang penduduk di daerah pemukiman kampung- kampung miskin di perkotaan. Serta parasit- parasit usus penyebab penyakit cacingan (Askaris) banyak di derita oleh anak- anak di perkampungan miskin di Lagos (ibukota Nigeria).
Beberapa survey kosumsi makanan di lakukan di Asia menunjukan bahwa pemakaian kalori rata- rata penduduk berada di bawah tingkat yang di butuhkan di beberapa Negara. Fakta- fakta di lapangan membuktikan bahwa penduduk Negara berkembang kekurangan makanan berkadar protein hewani. Salah satu sebab membuktikan bahwa di beberapa kalangan masyarakat pedesaan masih berlaku ‘’tabu’’ yang melarang memakan ikan, buah- buahan dan sayur- mayor. Tabu dan pantangan seperti itu berlaku mulai dari kehamilan 7 bulan sampai 50 hari sesudah kelahiran. Resiko dari melakukan tabu dan pantangan seperti itu para ibu hamil harus menanggung kekurangan protein hewani, dan boleh jadi akan melahirkan bayi- bayi cacat dari lahir, atau lahir dengan ketahanan tubuh yang rapuh.
3) Perhatian para negarawan dan ilmuan terhadap masalah ppenduduk dunia
Berdasarkan estimasi perkembangan penduduk dunia yang sangat mencemaskan itu para ilmuan dan negarawan membentuk kelompok Roma (Club of Roma). Kelompok Roma melakukan studi internasional selama 18 bulan dengan biaya dari Yayasan Volkswagen di Jerman. Tim studi internasional itu beranggotakan 17 orang, diketuai oleh Dr. Dennis L. Meadow dari Massachusetts Institute of Technologi (MIT). The Limits to Growth (Batas- batas akhir pertumbuhan dunia) merupakan gerakan tahap pertama dari proyek internasional tersebut.
Metode kerjanya menggunakan jasa computer, yang lebih di kenal dengan model dunia promotif, adalah suatu model menurut Dynamica System yang merupakan metode baru untuk memahami kelakuan dinamis dari system- system yang kompleks. Metodologi system dinamik itu sebagai karya rintisan Prof. Jay Forrester dari MIT. Model dunia ini secara khusus di buat untuk mempelajari kelakuan kelima unsur dominan, yaitu :
1. Penduduk yang makin bertambah
2. Makin pesat indrustrialisasi
3. Produk pertanian
4. Makin habis sumber- sumber alam yang tak tergantikan
5. Makin rusak alam lingkungan, serta mempelajari berbagai pengaruh timbal balik terhadap sistem dunia dalam jangka panjang.
Dari studi tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa apabila kondisi- kondisi yang berlaku sekarang ini di biarkan kadarluwarsa, maka dalam waktu 100 tahun saja , daya tahan dan keseimbangan bumi kita akan mencapai batas kemampuan terakhir. Ini berarti akan lumpuhnya system- system pendukung dan pembangkit tatanan kehidupan di muka bumi ini.
4) Interaksi eksponsial dari lima variable yang dominan.
Kelima variable yang dominan membuktikan saling mempengaruhi satu sama lain. Penduduk bertambah, kebutuhan sandang pangan dan papan/ perumahan harus bertambah. Peningkatan produksi pangan akan berkait dengan penyediaan lahan dan tata air/ irigasi teknis yang memadai, di saming modal yang cukup.
Di perkirakan pada saat jumlah penduduk dunia menjadi dua kali lipat, akan di hadapi krisis kekurangan tanah yang serius. Krisis kekurangan tanah pertanian tidaklah muncul secara tiba- tiba, melainkan di awali dengan berbagai gejala sebelum kebutuhan tanah pertanian melebihi dari cadangan tanah yang ada.
Dari segi lain, akibat pertumbuhan penduduk eksponensial, lingkungan perkotaan mengalami pencemaran cukup berat, bersumber dari knalpot- knalpot kendaraan bermotor yang memuntahkan produk- produk karbon dioksida setiap saat. Pada sisi lain, penduduk perkotaan juga di ancam oleh membengkaknya polutan (zat- zat pencemar yang menimbulkan polusi) sampah, limbah industry, limbah rumah tangga.
Pada dimensi lain, akibat bertambahnya penduduk dunia yang di iringi dengan peningkatan taraf hidup, memungkinkan segera meningkat pula kebutuhan akan sumber- sumber alam yang lebih cepat terkuras.
Andaikata kelima variable pokok berkembang seterusnya dengan ukuran seperti selama 70 tahun terakhir, apakah yang akan terjadi pada system dunia kita bila mencapai batas- batas maksimumnya? Karena persediaan sumber- sumber alam yang tak tergantikan sudah semakin habis, maka daya pikul dunia akan dilampaui, dan terjadilah keruntuhan kehidupan di dunia.
C. Usaha mengatasi masalah penduduk dunia
Kenaikan pesat jumlah penduduk dunia, terutama di Negara- Negara Asia, Afrika dan Amerika Latin mendorong usaha- usaha bersama Negara di dunia untuk segera menentukan langkah- langkah kongkret dalam penanggulangan problem- problem penduduk dunia.
Untuk mencapai suatu ekosistem penduduk dunia yang stabil, diperlukan langkah- langkah sebagai berikut :
1) Penduduk distabilisasi/ diseimbangkan
2) Konsumsi sumber alam dan pembangkit polusi harus di kurangi sampai seperempat dari tingkat kosumsi tahun 1970-an
3) Penyelenggaraan pendidikan dan pengadaan fasilitas kesehatan lebih diutamakan.
Ada 4 macam teknik pelayanaan kesehatan, yaitu :
1. Mengikuti pertumbuhan anak
2. Penggunaan air susu ibu
3. Imunisasi
4. Pengobatan oral Rehydration Therapy (ORT)
4) Penekanan lebih besar di berikan kepada produksi bahan pangan, sehinga akan cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan setiap orang.
5) Prioritas besar diberikan kepada usaha- usaha penyuburan dan perlindungan tanah untuk mencegah erosi.
D. Masalah penduduk di Indonesia
Masalah penduduk timbul sebagai akibat dari perubahan penduduk, antara lain :
1) Pertambahan atau pengurangan penduduk. Keduanya dapat mengakibatkan perubahan bahan dalam humas welfare dan struktur penduduk.
2) Kerapatan/ kepadatan , dan penyebaran penduduk , yang akan dapat mempengaruhi tata ekonomi, tata pergaulan, tata politik, dan budaya masyarakatnya.
Beberapa masalah penduduk yang erat hubungannya dengan manusia dan lingkungan alam dan Beberapa masalah kependudukan yang disebabkan karena :
1) Rapat penduduk (Population Density) Rapat penduduk ialah perbandingan antara jumlah orang dengan tanah yang di diami/ diolah dalam satuan luas.
Untuk daerah rural (desa) satuan luas ini dinyatakan dalam satuan kilometer persegi atau hectare. Untuk daerah urban (kota) satuan luas danyatakan dalam meter persegi.
Kegunaan mengetahui angka kerapatan penduduk adalah sebagai berikut :
a) Untuk mengetahui ada tidaknya gejala overpopulation.
b) Untuk mengetahui pusat- pusat aglomenrasi penduduk.
c) Untuk mengetahui penyebaran dan pusat- pusat kegiatan ekonomi maupun budaya.
2) Penyebaran penduduk (Population Distribution) .
Di Indonesia penyebaran penduduk tidak merata dan penyebaran yang tidak merata ini menimbulkan masalah kelebihan, kekurangan penduduk, untuk beberapa daerah tertentu.
3) Kelebihan penduduk dan kekurangan penduduk (Over Population and under population).
Akibat langsung dengan adanya kelebihan penduduk ialah timbulnya pengangguran. di daerah pedesaan dimana unsure gotong royong masih sangat kuat, maka adanya penganguran ini tidak Nampak, sehingga sering di sebut pengangguran tidak kentara (disyuised unemployment).
Sedang akibat dari under population ialah kurangnya tenaga kerja di sector- sector yang sangat memerlukan tenaga manusia, misalnya pada saat akan di adakan ekstensifikasi pertanian dan sebagainya.
4) Masalah penduduk yang di hadapi oleh Negara yang sedang berkembang.
a. Masalah kelebihan penduduk.
Ada dua macam kelebihan penduduk yang anda perlu ketahui, yaitu :
1) Kelebihan penduduk yang absolute.
Yaitu apabila suatu daerah dalam waktu tertentu, telah tidak dapat memberikan kebutuhan hidup kepada manusia yang berdomisili di wilayah tersebut.
2) Kelebihan penduduk yang relative.
Yaitu apabila sesuatu daerah dalam waktu tertentu kebutuhan hidup yang ada sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan kemajuan ekonomi dan perkembangan social.
b. Masalah Tingkat Pendidikan Masyarakat yang Relatif Rendah.
Hal tersebut di sebabkan antara lain :
1) Kurangnya fasilitas pendidikan dalam segala tingkatan dan di seluruh daerah.
2) Pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer pada umumnya dan untuk biaya sekolah.
3) Masalah Pendapatan atau Produksi Perkapita dan Tinggi Pertumbuhan Penduduk.
Dengan adanya berbagai masalah yang di akibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang relative cepat tersebut maka setiap pemerintah / Negara mengambil kebijaksanaan kependudukan.
5) Kebijaksanaan Kependudukan :
a) Maksud di adakan nya kebijaksanaan kependudukan adalah untuk dapat lebih tercapainya kesejahteraan penduduk / masyarakat dalam arti yang luas, terutama terjadinya keseimbangan antara jumlah penduduk dengan hasil pembangunan.
b) Pengertian kebijaksanaan kependudukan:
Pada prinsipnya kebijaksanaan suatu Negara yang menyangkut kemakmuran penduduk nya dapat di golongkan dalam kebijaksanaan kependudukan.
c) Pelaksanaan kebijaksanaan kependudukan :
Dalam usaha mengimbangi pertambahan penduduk dengan cara hasil- hasil pertanian dan perternakan di pelihara, yang dapat di laksanakan dengan:
1. Preservasi: dalam hal ini di usahakan agar kualitas dan kuantitas hasil bumi diperbaiki untuk masa- masa yang akan datang.
2. Restorasi: dipeliharanya sumber- sumber biotic dengan mencegah penyakit- penyakit tanaman dan hewan.
3. Benefisiasi: agar makin banyak tenaga alam dapat di pergunakan dalam proses pembangunan.
4. Reklamasi: dengan cara mengubah tanah- tanah improduktif menjadi produktif.
6) Usaha- usaha yang di laksanakan kebijaksanaan kependudukan.
1. Usaha Ekstensifikasi pertanian adalah dengan menambah hasil bumi seperti membuka hutan sedangkan Intensifikasi Pertanian ialah untuk perbaikan- perbaikan dalam bidang bercocok tanam meliputi pemupukan dan lain-lain.
2. Transmigrasi ialah pemindahan penduduk daerah padat kedaerah yang tidak atau kurang padat dapat mengurangi population pressure di daerah pengirim.
Macam- macam transmigrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah :
a. Transmigrasi umum
b. Transmigrasi spontan
c. Transmigrasi sektoral
d. Transmigrasi ABRI
e. Transmigrasi Bedol desa.
3. Industrialisasi: ini di usahakan agar kebutuhan penduduk dapat dilayani secukupnya dengan cepat dan merata tetapi tidak mengurangi kualitas produksi.
4. Keluarga Berencana : telah di programkan sejak tahun 1968.
§ Tujuan program keluarga berencana :
a. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama anak.
b. Mengurang laju pertambahan penduduk.
§ Usaha program keluarga berencana, meliputi :
1) Menjarangkan kelahiran
2) Pengobatan kemandulan
3) Nasihat perkawinan
5. Pendidikan Kependudukan : agar masyarakat dapat mengubah cara berfikir dan secara garis besar adalah agar anak didik dapat mengetahui factor- factor yang menyebabkan pertumbuhan penduduk secara cepat.
E. Migrasi (perpindahan Penduduk ).
Migrasi adalah gejala gerak horizontal untuk pindah tempat tinggal dan pindahnya tidak terlalu dekat, melainkan, melintasi batas administrasi, pindah ke unit administrasi lain, misalnya kelurahan, kabupaten kota atau Negara.
Terdapat beberapa teori secara khusus menjelaskan fenomena migrasi. Dua diantaranya dapat di kemukakan sebagai berikut :
a. Teori Gravitasi
Beberapa di antaranya tentang fenomena migrasi yang di susun dalam hokum- hokum migrasi yang terkenal sampai sekarang adalah sebagai berikut :
v Semakin jauh jarak, semakin berkurang volume migran.
v Setiap arus migran yang benar, akan menimbulkan arus balik sebagai gantinya.
v Adanya perbedaan desa dengan kota akan mengakibatkan timbulnya migrasi.
v Kemajuan teknologi akan mengakibatkan intensitas migrasi.
v Motif utama migrasi adalah ekonomi.
b. Teori dorong- tarik (Push- Pull Theory )
Teori ini di kemukakan pertama kali oleh Everett S. Lee pada tahun 1966. Dalam teori nya ada 4 faktor yang berpengaruh terhadap seseorang dalam mengambil keputusan untuk bermigrasi yaitu :
1) Faktor- factor yang terdapat di daerah asal
2) Factor- factor yang terdapat di daerah tujuan
3) Factor- factor rintangan
4) Factor pribadi.
Jelasnya besar kecilnya angka yang di sebabkan oleh terjadinya perpindahan penduduk dari suatu Negara / daerah ke Negara/ daerah lain, tiap seribu penduduk pada setiap tahun.
Rumusnya adalah :
Jumlah migrasi dalam 1 tahun X 1000
Jumlah penduduk
Dalam hal ini dapat di golongkan menurut lokasi perpindahan, yakni :
1) Antar Negara, disebut emigrasi atau imigrasi.
2) Antar daerah, disebut transmigrasi atau urbanisasi.
§ Sebab- sebab perpindahan penduduk :
a. Alasan ekonomi
b. Alasan politik
c. Alasan agama
Dari uraian- uraian di atas dapat di rumuskan pertambahan penduduk sebagai berikut :
P = ( f – m ) + ( e – I ), yang berarti
P = pertambahan penduduk
F = fertilitas
M = mortalitas
E = emigrasi
I = imigrasi.
I. PEMBAGIAN KERJA DALAM MASYARAKAT
Masalah kesempatan kerja dari pembangunan bidang lain, sehinga dalam pemecahannya harus di kaitkan dengan melihat latar belakang semua bidang lain yang melingkupnya.
adapun ketimpangan- ketimpangan yang mempengaruhi usaha- usaha perluasan kesempatan kerja adalah :
Ø Pola pemukimanan penduduk antar pulau jawa dan luar jawa.
Ø Ketimpangan pembangunan antar daerah.
Ø Ketidakserasian laju pembangunan di daerah kota dan perdesaan.
Ø Kurang berkembangnya informasi pasar tenaga kerja sehingga menimbulkan kesenjangan permintaan dan penawaran tenaga kerja.
Ø Kurang terdapatnya penyusaian antara program pendidukan dengan arah pembangunan.
Ø Ketimpangan koordinasi di dalam pemilikan investasi padat modal dan padat karya.
Ø Ketimpangan tingkat produktivikas antara sektor pertanian dan sektor non pertanian.
Ø Kekuranganserasian perkembangan antara sektor formal dan sektor informal.
Ø Masalah pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung.
Ø Ketimpangan peranan pemerintah dan peranan swasta .
§ Akibat dari kelebihan tenaga kerja di daerah perdesaan dapat menimbulkan 2 kemungkinan yaitu:
1) Tetap tinggal di desa, sehingga menyebabkan “disguised unemployment”, yakni jumlah tenaga kerja lebih banyak dari sumber daya alam dan faktor produksi , sehingga kebanyakan tenaga karja pertanian menjadi setengah menganggur. Tenaga kerja itu telah diboroskan atau digunakan dengan tidak rasional.
2) Mereka akan masuk ke dalam bidang- bidang yang masih bisa mendukung yakni hutan di kota.
Kemungkinan kedua ini pendukungnya terhitung besar juga di mana kelebihan tenaga kerja yang tidak tertampung di sekitar pertanian mencari usaha lain di daerah perkotaan.Kelompok inilah pelaku proses urbanisasi,
II. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN.
Kebudayaan = cultur (bahasa Belanda ) = culture (bahasa Inggris ) = tsaqafah (bahasa Arab); berasal dari perkataan latin “yang artinya mengolah, mengarjakan, manyurbukan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitasi manusia untuk mengolah dan mengubah alam.”
Ditinjau dari sudut bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta “Budhayah” yakni bentuk jamak dari budhi yang berate budi atau akal. Jadi kebudayaan adalah hasil budi atau akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.
Dengan hasil budaya manusia, maka terjadilah pola kehidupan,dan pola kehidupan inilah yang menyebabkan bersama dan dengan pola kehidupan ini pula dapat mempengaruhi cara berpikir dan gerak social.
1. Hubungan manusia dan kebudayaan.
Ditinjau dari sudut antropologi, manusia dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu:
ü manusia sebagai makhluk biologi
ü manusia sebagai makhluk sosio-budaya.
Akhirnya terdapat konsepsi tentang kebudayaan manusia yang menganalisa masalah-masalah hidup sosial-kebudayaan manusia. Konsepsi tersebut ternyata memberi gambaran kepada kita bahwasanya hanya manusialah yang mampu berkebudayaan. Mengapa hanya manusia saja yang memiliki kebudayaan ? hal ini di karenakan manusia dapat belajar dan dapat memahami bahasa, yang semuanya itu bersumber pada akal manusia.
Kesimpulannya : bahwa manusialah yang dapat menghasilkan kebudayaan, dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa adanya manusia.
2. Hubungan masyarakat dengan kebudayaan .
Masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup dalam suatu daerah tertentu, yang telah cukup lama, dan mempunyai aturan- aturan yang mengatur mereka, untuk menuju kepada tujuan yang sama. Kebudayaan tak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat dan eksistensi masyarakat itu hanya dapat di mungkinkan oleh adanya kebudayaan.
3. Hubungan manusia , masyarakat dan kebudayaan.
Bahwasannya manusia, masyarakat, dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan dalam artinya yang utuh. Karena kepada ketiga unsure inilah kehidupan mahluk social berlangsung.
Masyarakat tidak dapat di pisahkan daripada manusia karena hanya manusia saja yang hidup bermasyarakat. Yaitu hidup bersama- sama dengan manusia lain dan saling memandang sebagai penanggung kewajiban dan hak.
Setiap kebudayaan adalah sebagai jalan atau arah di dalam bertindak dan berfikir, sehubungan dengan pengalaman- pengalaman yang fundamental, dari sebab itulah kebudayaan itu tak dapat di lepaskan dengan individu dan masyarakat.
Karena pengertian kebudayaan itu amat luas, maka koentjaraningrat merumuskan bahwa sedikitnya ada 3 wujud kebudayaan :
1) Wujud ide, gagasan, nilai- nilai, norma, peraturan.
2) Wujud kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3) Wujud benda- benda hasil karya manusia ( koentjaraningrat, 1974).
Ketiga wujud kebudayaan di atas, apabila di rinci secara khusus kedalam unsure- unsurenya maka kebudayaan itu sedikitnya ada 7 unsur :
1. System religi dan upacara keagamaan
2. System dan organisasi kemasyarakatan
3. System pengetahuan
4. Bahasa
5. Kesenian
6. System mata pencarian hidup
7. System teknologi dan peralatan.
III. PRANATA- PRANATA DAN INSTITUSIONALISASI.
Pranata ( lembaga kemasyarakatan ) merupakan terjemahan langsung dari istilah asing ‘’social institution’’ karena pengertian lembaga lebih menunjuk pada suatu bentuk dan sekaligus juga mengandung pengertian- pengertian yang abstrakperihal adanya norma- norma da peraturan- peraturan tertentu. Penterjemah istilah social institution ke dalammm istilah Indonesia, para sarjana belum ada kata sepakat sehingga ada yang menterjemahkan dengan istilah ‘’pranata sosial’’ karena di anggap sebagai pengatur perikelakuan masyarakat. Ada juga yang member istilah ‘’bangunan sosial’’ yang mungkin merupakan terjemahan dari istilah ‘’soziale- gebilden’’.
A. Proses pertumbuhan lembaga kemasyarakatan .
Norma- norma dalam masyarakat berguna untuk mengatur hubungan antar manusia di dalam masyarakat agar terlaksana sebagaimana yang mereka harapkan. Norma- norma yang ada dalam masyarakat itu mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda- beda.
Untuk dapat membedakan kekuatan mengikat daripada norma- norma tersebut maka secara sosiologis dikenal adanya empat pengertian :
1. Cara ( usage ) .
Norma ini mempunyai kekuatan yang lemah karena penyimpangan terhadapnya tak akan mengakibatkan hukuman yang berat, akan tetapi hanya sekedar celaan saja dari individu yang di hubungi nya.
2. Kebiasaan (folkways) .
Kebiasaan atau folkways ini mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar daripada cara atau usage, karena kebiasaan ini di lakukan
berulang- ulang yang menunjukan bahwa banyak orang yang menyukainya.
3. Tata kelakuan (mores) .
Tata kelakuan (mores) sangat penting bagi masyarakat, sebab :
v Tata kelakuan memberikan batas- batas pada kelakuan- kelakuan individu.
v Tata kelakuan mengidentifikasi individu dengan kelompoknya.
v Tata kelakuan menjaga solidaritas antara anggota- anggota masyarakat.
4. Adat kebiasaan (custom) .
Adat kebiasaan atau (custom) ini bisa terjadi dari tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat.
Norma- norma tersebt di atas setelah mengalami suatu proses pada akhirnya akan menjadi bagian tertentu dari lembaga kemasyarakatan.
a) Pranata social dan peranannya.
Bilamana manusia menciptakan asosiasi, maka mereka juga menciptakan peraturan- peraturan dan cara- cara untuk mengatur pelaksanaan kepentingan anggota- anggotanya satu sama lain. Bentuk aturan- aturan inilah yang di sebut institusi (lembaga), yang berbeda dengan asosiasi. Misalnya : keluarga termasuk asosiasi, tetapi system mengatur perwarisan, perkawinan di sebut institusi. Jadi kita merupakan bagian daripada keluarga dan bukan bagian dari perkawinan.
Jadi tegasnya : lembaga lebih banyak di nyatakan oleh adanya tata cara. Sedang persekutuan / asosiasi lebih banyak dinyatakan adanya kepentingan.
Cara- cara mempelajari institusi :
Pada umumnya dalam mempelajari institusi ada 3 macam :
1. Analisis kesejarahan (historical analitic).
2. Analisis komparatif (comparative analytic).
3. Pendekatan fungsional (fuctional approach)
Institute adalah badan organisasi yang bertujuan memenuhi suatu kebutuhan dalam berbagai lapangan kehidupan masyarakat.
§ Macam- macam lembaga social.
[1]Pembagian lembaga social / pranata- pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam :
1. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan (kinsip) atau domestic institutions.
2. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencarian hidup (economic institutions).
3. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institutions).
4. Pranata Yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institutions).
5. Pranata Yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aesthetic and recreational institutions).
6. Pranata Yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan tuhan (religious institutions).
7. Pranata Yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutions).
8. Pranata Yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institutions).
b) Institusionalisasi (pelembagaan) .
Dalam perkembangan masyarakat dan kebudayaan kita mengenal pranata social atau lembaga kemasyarakatan. Adanya lembaga- lembaga tersebut dimaksudkan untuk memenuhi berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia
Proses perkembangan lembaga- lembaga dinamakan institusionalisasi (pelembagaan) dan proses ini terjadibilamana sesuatu kelompok memutuskan bahwa seperangkat norma, nilai- nilai dan peranan tertentu dianggap sangat penting bagi kelangsungan hidupnya , sehinga diminta agar para anggota masyarakat tersebut mematuhinya.
[2]Suatu perkumpulan baru dinyatakan sebagai institusi (lembaga) bila didalamnya ada unsure- unsure system social yang teratur, sebagai berikut :
1. Kepercayaan
2. Sentiment
3. Tujuan
4. Norma
5. Status peranan (kedudukan)
6. Ranking
7. Power
8. Sanksi
9. Fasilitas .
Sedangkan dilihat dari segi prosesnya, ialah suatu bentuk aktivitas- aktivitas yang meliputi :
1) Adanya komunikasi
2) Adanya pemeliharaan batas- batas
3) Adanya hubungan system
4) Adanya sosialisasi
5) Adanya control social
6) Adanya institusionalisasi (pelembagaan) .
Suatu kelaziman yang hidup, bisa saja suatu lembaga menjadi tidak lembaga lagi, apabila orang- orang yang ada dalam lembaga itu tidak mematuhi norma atau peraturan- peraturan yang telah dibuat dan disepakati bersama oleh semua anggota- anggota.
| KEBUDAYAAN |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar