Selasa, 05 Juli 2011

pentingnya kesehatan

PENTINGNYA KESEHATAN

BAB 1
Pendahuluan
          Kesehatan merupakan salah satu nikmat Allah yang harus kita syukuri, bagi seorang mukmin, kesehatan merupakan rahmat dan nikmat yang tak terhingga nilainya. Islam merupakan agama rahmat. Setiap ajaranya mengandung nilai-nilai yang universal dan transdental. Dalam islam kesehatan mendapatkan perhatian yang begitu penting. Karena dengan sehat manusia dapat beraktivitas.
          Islam memiliki perbedaan yang nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Khalik-nya dan alam surga, namun Islam memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komprehensif, harmonis, jelas dan logis. Salah satu kelebihan Islam yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah perihal perspektif Islam dalam mengajarkan kesehatan bagi individu maupun masyarakat.
“Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia'' demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.


Allah berfirman:
Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S Yunus: 57)
          Imam al-Syatibhi dalam kitabnya fi Ushul al-Ahkam,mengatakan bahwa tujuan kehadiran agama islam dalam rangka menjaga agama, jiwa, akal, jasmani, harta dan keturunan. Setiap usaha dalam rangka memenuhi lima hal tersebut, walaupun tidak disebutkan dalam al-quran dan As-sunah dapat dibenarkan dalam ajaran islam.
          Guna melaksanakan lima tujuan islam tersebut maka kesehatan memegang peranan penting . tanpa adanya kondisi sehat dalam badan maka berbagai upaya untung memenuhi kewajiban pokok akan sulit dilaksanakan. Oleh karena itu islam menekankan pentingnya kesehatan. Dengan demikian kita dapat kita mengatakan bahwa kesehatan merupakan modal pokok dan utama dalam mencapai tujuan agama. Oleh karena itu islam memberikan petunjuk ynag jelas dan utuh, koperhensif dan integrated tentang cara-cara memelihara kesehatan.




BAB II
PEMBAHASAN
1)    DEFINISI SEHAT
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual.
UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
          Sehat menurut batasan World Health Organization adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tujuan Islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rokhani, dan sosial sehingga umat manusia mampu menjadi umat yang pilihan.
          Dalam islam seseorang dikatakan sehat apabila memenihi tiga unsur. Yaitu kesehatan jasmani (nafs), kesehatan rohani (ruh), dan kesehatan social. Kesehatan jasmani merupakan bentuk dari keseimbangan manusia dengan alam. Kesehatan ruhani dimana ada keseimbangan dan hubungan yang baik secara spiritual antara khalik (pencipta) dan makhluk, yang diwujudkan dari aktivitas makhluk dalam memenuhi semua perintah khalik, yang terakhit adalah kesehatan sisial, dimana kesehatan yang bersipat psikologis! Dimana ada keharmonisan antara sebuah indipidu dengfan indipidu laian maupun dengan sistem yang berlaku pada sebuah tatanah masyarakat. Bila ketiga unsur ini terpenuhi maka akan tercipta sebuah keadaan baik pisik, mental, maupun spiritual yang produktip dan sempurna untuk menjalankan aktivitas kemakhlukan.
          Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal  (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.
2)    Islam Dan Kesehatan
          Islam dan seluruh ajaranya, memberikan sebuah pandangan yang tegas mengenai kesehatan. Kesehatan bukan hanya sebuah anjuran tapi juga merupakan kewajiban. Semua ibadah-ibadah dalam islam mengandung ajaran tentang pentingnya menjaga kesehatan. Sebelum solat, kita diwajibkan untuk berwudhu. Makna spiritual dari wudhu ialah sebelum menghadap Allah di haruslah mempunyai kebersihan jasmani dan ruhani. Ketika membasuh muka, mengusap tangan, berkumur, semuanya mengandung ajaran tentang kesehatan yaitu pentingnya menjaga kebersihan. Karena penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sebuah kondisi akan dikatakan sehat bila lingkunga sekitar bersih. Oleh karena itu nabi mengatakan “kebersihan sebagaian dari iman”.
          Kemudian nabi Muhammad mengajarkan pada kita mengenai kesehatan, tidak sedikit dari ucapannya mengandung unsur medis mutakhir. Dan telah dibuktikan saat ini oleh para peneliti. Dari ajaran beliau mengenai perihal orang yang sakit ialah :
Satu. Perintah untuk berobat, yang mengandung arti kewajiban bagi para setiap muslim yang sakit untuk berobat
Dua. Setiap penyakit ada obatrnya. Teori ini menjadi sebuah harapan bagi para penderita ,dan motivator untuk mencari, meneliti, dan mempelajari berbagai penyakit, serta sebagai pencegahan dan penyembuhan.
Tiga. Menyembuhkan orang sakit merupakan keharusan dalam agama. Hal ini mengindikasikan betapa pentingnya kesehatan.
          Rasulullah SAW sangat menginginkan umatnya mendapatkan kemudahan dalam menjalani kehidupanya di dunia, menginginkan kita semua tidak tertimpa sakit, terhapus dari dosa, tidak berduka cita, dan sangat menginginkan agar kita semua menjadi penghuni surga yang kekal. Rasul mengajak dan menyurah kita kepada segala hal yang menjadi kebaikan dan kebahagiaan kita. Mencegah dari segala macam yang membahayakan kita dan menyebabkan kita menderita kesakitan didunia dan meenerima azab di akherat.
          Kesehatan merupakan hal yang mutlak dalam menjalani aktivitas kehidupan manusia, bila tubuh manusia dalam keadaan sehat mereka bisa melakukan aktivitas Ibadah (hubungan manusia dengan tuhanya), aktivitas Sosial (hubungan manusia dengan manusia), serta aktivitas dunia (hubungan manusia dengan alam).
          Oleh karena itu dibutuhkanlah sebuah metode untuk menjaga kesehatan manusia, ,maka Allah memberikan petunjuk melalui perantara nabi dengan segala aktivitas dan ucapan-ucapan nabi yang telah dirancang sedemikin rupa untuk bisa diikuti manusiai secara utuh dan mempunyai sifat yang eternaliabel.
          Dalam berbagai hadist, nabi mengulas soal kebersihan sangat detail, baik kebersihan fisik, maupun lingkungan. Ia mengajarkan kepada umatnya, mulai memotong kuku, membersihkan ruas jari, mencabut bulu ketiak, bersiwaq hingga bagaimana cara dia makan. Bahkan, untuk soal makan saja, nabi merincinya, karena nabi berkata pada istrinya, “wahai Aisyah menahan diri adalah obat, perut adalah sarang penyakit, dan biasakan setiap anggota badan sesuai kemampuannya.” Beberapa anjuran dalam soal makan dan supaya terhindar dari penyakit, misalnya melarang meniup makanan atau bernapas dalam gelas, tidak pernah tidur dengan tangan masih ada bekas makanan dan gigi ada bekas makanan, tidak makan kecuali setelah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, mengkonsumsi buah-buahan dan biji-bijian serta madu, berpuasa dan berolahraga.

3). Kesehatan Jasamani
          Manusia adalah makhluk yang selalu  ingin memenuhi seluruh kebutuhnya, keinginan manusia yang tidak terbatas kadang membuat manusia menjadi rakus. Makan berlebihan, pola hidup yang tidak baik, penggundulan hutan untuk bahan bangunan, eksploitasi laut yang tidak bertanggung jawab, kesemuanya itu akan membuat keseimbangan alam terganggu.
          Disadari maupun tidak, manusia merupakan bagaian dari alam, dan kesisteman yang berlaku. Bila kesisteman ini terganggu maka akan terjadi defeat dari keseimbangan yang telah lama berlangsung. Misalkan manusia makan berlebih dan menjadi kebiasaan, kebiasaan itu akan membuat sistem pencernaan manusia terganggu, yang pastinya akan menyebabkan penyakit pada tubuh manusia tersebut karena manusia tersebut telah menyalahi keseimbangan yang ada. Kemudian eksploitasi terhadap hutan yang akan menyebabkan banjir dan bencana lain, rantai dan siklus kehidupan terganggu.
            Ditemukan juga peringatan bahwa perut merupakan  sumber  utama penyakit:  Al-ma'idat  bait  adda'.  Dan karena itu, ditemukan banyak sekali tuntutan --baik dari Al-Quran maupun hadis  Nabi Saw.-- yang berkaitan dengan makanan, jenis maupun kadarnya.
 
            Al-Quran   juga  mengingatkan,  Makan  dan  minum  dan  jangan berlebih-lebihan.  Allah  tidak  senang  kepada   orang   yang berlebih-lebihan (QS Al-A'raf [7]: 31).
 
            Penjabaran  peringatan  itu  dijelaskan  oleh  Rasulullah Saw.
dengan sabdanya,
 
            Tidak ada sesuatu yang dipenuhkan oleh putra putri Adam lebih buruk daripada perut. Cukuplah bagi putra Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tubuhnya. Kalaupun harus dipenuhkan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga sisanya untuk pernafasannya (Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi).
          Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kesehatan jasmani berhubungan dengan alam.  Nabi pernah bersabda
“Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu”
Hadist tersebut sebagai teguran pada sahabat yang beribadah yang bermaksud melampaui batas, dan tidak memperhatikan tentang kesehatan atas dirinya. Kesehatan pisik merupakan keadaan yang sangat penting dalam mendukung aktivitas lainya. Hal ini disebabkan karena dalam perintah Allah pada manusia banyak yang berupa aktivitas pisik yang memerkukan kondisi yang prima. Seperti salat, puasa, ibadah haji dan ibadah lainya.
          Ajaran islam untuk menjaga kesehatan fisik terlihat dalam beberapa perintah Allah, seperti solat yang mampu meregangkan otot, karna setiap gerakan solat seperti mempunyai kunci tubuh, sehingga sendi-sendi bisa lentur dan menyehatkan, wudhu yang menurut  penelitian bisa merangsang syarap-syaraf pada daerah yang terusap air wudhu, puasa yang menyehatkan, ibadah haji yang merupakan puncak dari ibadah yang membuat tubuh kuat, karena rukun-rukunnya yang melatih kondisi stamina tubuh.
          Aturan-aturan islam tentang kebersihan yang merupakan promosi preventive. Dan diharapkan mampu menimbulakan pengaruh positive terhadap peningakatan derajat kesehatan. Dalam islam bersih dan suci adalah dasar dalam segala sendi peraturan islam.
          Aturan-aturan kebersihan dalam segala agama dan ibadat. Dalam taurat dan undang-undang manusia, masalah kebersihan sangatlah diteliti dengan seksama. Sebuah ketaatan yang luar biasa bila seseorang mampu menjalankan semua perintah-perintah tersebut, karena membutuhkan kesadaran yang tinggi, ketaatan batin yang tak terhingga, keyakinan yang teguh.
          Dengan demikian tampaklah jelas ajaran islam yang sangat mementingkan kesehatan jasmani dan fisik yang dilakukan dengan cara menjaga kebersihan, olahraga, menjaga asupan makanan. Dan semuanya terintegrasi dalam setiap aktivitas ibadah. Hal ini agar menjadi kebiasaan yang tidak disadari untuk umat islam, dan merupakan bentuk pendidikan Allah.
3)    Kesehatan Rohani
            Penyakit-penyakit    kejiwaan   beraneka   ragam   dan bertingkat-tingkat. Sikap angkuh,  benci,  dendam,  fanatisme, loba,  dan  kikir  yang  antara  lain disebabkan karena bentuk keberlebihan   seseorang.   Sedangkan   rasa   takut,   cemas, pesimisme,   rendah   diri   dan   lain-lain   adalah   karena kekurangannya.
 
            Yang akan memperoleh keberuntungan  di  hari  kemudian  adalah mereka  yang terbebas dari penyakit-penyakit tersebut, seperti bunyi firman Allah dalam surat Al-Syu'ara' (26): 88-89:
 
Pada hari (akhirat) harta dan anak-anak tidak berguna (tetapi yang berguna tiada lain) kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang sehat.
 
            Islam mendorong manusia agar memiliki kalbu  yang  sehat  dari segala  macam  penyakit dengan jalan bertobat, dan mendekatkan diri kepada Tuhan, karena:
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.( Al-Ra’d: 28)
          Menurut Prof Dr. Nasaruddin Umar M.A, Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan manusia ada tiga unsur, yaitu unsur jasad (jasadiyyah), unsur nyawa (nafs), dan unsur roh (ruh) yang dalam Al-quran disebut khalqan akhar. Seseorang baru disebut manusia jika memiliki ketiga unsur ini.
          Manusia pada dasarnya membutuhkan sebuah kekuatan yang diluar kekuatan alam yang ada untuk bisa memenuhi segala kebutuhanya, cara yang ditempuh manusia untuk mendapatkan kekuatan itu adalah dengan mengikuti sistem agama. Karena hanya dalam sistem keagamaanlah manusia bisa berhubungan dengan kekuatan itu. dalam hal ini Allah Dengan islamnya.
          Hubungan antara makhluk dengan Tuhanya akan berjalan baik bila sang makhluk menaati apa yang diperintahkan Allah, ada kalanya manusia melanggar nilai-nilai keseimbangan antara khalik-makhluk. Bila sistem ini dilanggar maka manusia akan mengubah rasa ke-makhlukanya denga rasa kesok-sempurnaanya, sehingga ada fitrah yang dilanggar.dan hal ini merupakan penyakit rohani yang paling kronis.Nabi Muhammad mengisyaratkan bahwa ada keluhan fisik yang terjadi karena adanya gangguan mental.
          Penyakit-penyakit akal yang disebabkan karena salah penggunaanya seperti licik atau curang. Penyakit- Penyakit kejiwaanpun banyak jenisnya dan bertingkat-tingkat. Sikap angkuh, benci, dendam, fanatisme dan lain-lain. Namun selain itu ada pula  ada ciri-ciri jiwa yang sehat yang dalam al-quran disebut Qalbun Salim, seperti hati yang selalu bertaubat (at-taqwa), hati yang selalu menjaga dari hal-hal keduniaan (al-zuhd), hati yang selalu ada manfaatnya (al-shumi), hati yang selalu butuh pertolongan Allah (al-Faqir),
4)    kesehatan social
          Hidup bermasyarakat dalam arti yang seluas-luasnya adalah merupakan salah satu analuri manusia. Menurut Aristoteles menyebutkan manusia adalah Zoon Politicon, yaitu manusia yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain. Oleh karna inilah dalam islam dikenal istilah Ukhuwah(persaudaraan), dalam konsep islam manusia diikat dalam sebuah persaudaraan yang akan mendatangkan muamalah (saling menguntungkan), hal ini memungkinkan rasa persaudaraan lebih tinggi.
‘’Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.’’ (Al-Hujurat :13)
          Ajaran islam tentang perlunya membangun kesehatan masyarakat yang sehat, tertdapat pada hampir seluruh misi, semuanya dapat terlihat dalam ajaran islam. Pada zaman RasuluAllah, telah ada piagam madinah. Dalam piagam itu ditegaskan orang harus menjaga hubungan dengan masyarakat.


BAB III
PENUTUP

          “Ada dua nikmat yang banyak dilupakan manusia, yaitu nikmat sehat dan peluang kesempatan” (HR Imam Bukhari).Karenanya kesehatan salah satu perkara yang diminta pertanggungjawabannya di hadapan pengadilan Allah swt, seperti dalam hadits Nabi : “Nikmat yang pertama ditanyakan kepada setiap hamba pada hari Kiamat dengan pertanyaan “Tidakkah telah Kami sehatkan badanmu dan telah Kami segarkan (kenyangkan) kamu dengan air yang sejuk” (HR Imam Tirmizi).
Demikian Rasulullah mengarahkan di banyak hadits-hadits beliau, antara lain:
1.     “Kebersihan adalah sebagian daripada iman” (HR. Imam Muslim).
2.     “Kewajiban setiap muslim adalah menggunakan satu hari dari tujuh hari untuk mencuci rambut dan badannya” (HR. muttafaq ‘alaihi).
3.     “Barangsiapa yang memiliki rambut, hendaknya ia merawatnya dengan baik” (HR. Abu Daud).
4.     “Sesungguhnya Allah Maha Indah mencintai keindahan, Allah Maha Baik menyukai kebaikan, Allah Maha Bersih mencintai kebersihan. Karena itu bersihkanlah teras rumah kalian dan janganlah kalian seperti orang-orang Yahudi” (HR.Tirmizi).
5.     "Barangsiapa yang mengganggu orang-orang Islam di jalan tempat mereka lewat, dia mesti mendapatkan laknat” (HR. Thabrani).
            Secara individual dengan landasan nilai tauhid tadi islam mengajarkan agar setiap muslim bergaya hidup sehat. Ini merupakan cara efektif untuk menghindari sakit. Kebersihan misalnya, sangat ditekankan oleh Islam dan dinilai sebagai cerminan dari Iman seseorang. Kewajiban membersihkan hadats kecil, mandi janabah, sunnah untuk bersiwak membuktikan bahwa Islam sangat perduli terhadap kebersihan fisik.
 
            Perintah  menutup  hidangan,  mencuci  tangan  sebelum  makan,bersikat  gigi,  larangan bernafas sambil minum, tidak kencing atau buang air di tempat yang tidak  mengalir  atau  di  bawah pohon,   adalah   contoh-contoh  praktis  dari  sekian  banyak tuntunan Islam dalam konteks menjaga kesehatan. Bahkan sebelum dunia  mengenal karantina, Nabi Muhammad Saw. telah menetapkan dalam salah satu sabdanya,
 
‘’Apabila kalian mendengar adanya wabah di suatu daerah,janganlah mengunjungi daerah itu, tetapi apabila kalian berada di daerah itu, janganlah meninggalkannya.’’
 
Pembicaraan  literatur  keagamaan  tentang  kesehatan   fisik, dimulai dengan meletakkan prinsip:
 
‘’Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.’’
 
Karena itu dalam konteks  kesehatan  ditemukan  sekian  banyak petunjuk  Kitab  Suci  dan  Sunah Nabi Saw. yang pada dasarnya mengarah pada upaya pencegahan.
 
Itulah sebagian tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi Saw. Tentang kesehatan.
 







Daftar Pustaka
Al-jauiziyah , ibn al-qayim, Terapi Penyakit dengan Al-Quran dan As-Sunah(terj.) A. Sunarto, dari judul asli Ad Da’wad Dawa’, Al Jawahibul kafi Liman Sa’ala ’anid    Dawa’I syafi, (Jakarta : Pustaka Amani, 1999)
Ar-rafa’i, Muhammad Nasib,Kemudahan dari Allah: Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir (terj.) oleh Syihabuddin, dari judul, Taisiru Al-Aliyyu Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibnu katsir,( Jakarta: Gema Insani Perss, 1999) cet 1, jilid 1.
Nata, Abudin, Presfektif Islam tentang Pendidikan Kedokteran Paradigma Sehat dan sakit    dalam Islam, Etika Kedokteran Islam dan Kewajiban Dokter Muslim terhadap Penderita dan Jenazah, (Jakarta :UIN Jakarta Press,2004).
Yamani, Ja’far Khadem, Kedokteran Islam, Sejarah dan Pembangunanya, (terj.) Tim Dokter IDAVI, Dari judul asli Mukhtasar Tariqh Thariqat al-Thibb,(Bandung: Dzikra, 2007), cet. IV
Mu’nis, Ali, Pengobatan Cara Nabi (terj.) M.toha Anwar, dari judul Ath-Thibbun Nabawi (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), cet ke-5.
WAWASAN AL-QURAN
Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat
Dr. M. Quraish Shihab, M.A.
Penerbit Mizan








 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar